Rabu, 30 Maret 2016

Kepribadian Sehat

Pendahuluan

Apakah itu kepribadian yang sehat? Apakah sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian sehat? Bagaimanakah tingkah laku, pikiran, serta perasaan orang ini? Dapatkah Anda atau saya menjadi pribadi yang sehat?

Pertanyaan-pertanyaan ini terus-menerus ditanyakan bukan hanya oleh ahli-ahli psikologi, tetapi juga oleh berjuta-juta orang lain. Dapat diramalkan, tidak jauh di balik pertanyaan-pertanyaan ini, telah muncul bermacam-macam jawaban. Beberapa jawaban terlalu sederhana dan dangkal (dan tidak berguna) sedangkan jawaban-jawaban lainnya memiliki nilai potensial dalam membantu kita untuk memahami diri kita dengan lebih baik.

Sejumlah besar orang Amerika mencari-cari dalam kelompok, menyelidiki, dan menyingkap diri batiniah (dan badan) mereka dalam sensitivity, T-groups, dan sejumlah bentuk encounter therapy lainnya. Pokok dari gerakan yang sangat popular ini ialah menemukan serta merumuskan suatu kepribadian yang lebih sehat. Fokusnya ialah ke arah apa seseorang dapat menjadi, bukan ke arah apa yang telah terjadi atau pada saat ini.

“Ahli-ahli psikologi pertumbuhan” ini (kebanyakan di antara mereka memandang diri mereka sebagai ahli-ahli psikologi humanistic) telah memiliki suatu pandangan yang segar terhadap kodrat manusia. Ahli-ahli psikologi humanistic semakin kritis terhadap tradisi-tradisi ini, karena mereka percaya bahwa behaviorisme dan psikoanalisis memberikan pandangan-pandangan terbatas tentang kodrat manusia, mengabaikan puncak-puncak yang akan didaki oleh orang-orang yang memiliki potensi

Teori behaviorisme maupun psikoanalisis tidak berbicara mengenai potensi kita untuk bertumbuh, keinginan kita untuk menjadi lebih baik atau lebih banyak daripada yang ada. Kita dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respon secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar, dan oleh ahli-ahli psikoanalisis sebagai korban dari keuatan-kekuatan biologis dan konflik-konflik masa kanak-kanak.

Pembahasan

Kriteria kepribadian sehat menurut sudut pandang Teori Psikoanalisis, Behavioristik, dan Humanistik, serta Tokoh Allport, Rogers, Maslow, dan Fromm.

A. Teori Psikoanalisi.
Kriteria psikoanalisis memperhatikan dua hal untuk dipakai sebagai patokan dari kesehatan jiwa, yaitu tingkat kesadaran dan jalannya perkembangan psikoseksual. Makin tinggi tingkat kesadaran seseorang, makin baik atau sehat jiwanya. Sebaliknya jika seseorang terlalu banyak dikuasai oleh alam tak sadar, maka berarti Ia kurang sehat jiwanya.

B. Teori Behavioristik.
Kriteria behavioristik menggambarkan kepribadian yang sehat dengan pribadi atau individu yang mampu menerima respon atau stimulus-stimulus yang di dapat dari lingkungan.

 C. Teori humanistik
Kriteria humanistik dapat dilihat dari cara seseorang mengaktualisasikan dirinya, serta mampu berpikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya.

D. Tokoh Allport, Rogers, Fromm, dan Maslow.

Model-model Kepribadian Sehat

Sifat
Allport
Rogers
Fromm
Maslow

Dorongan
Intensi-intensi kepada masa depan
Aktualisasi diri
Produktivitas
Aktualisasi diri

Fokus pada kesadaran atau ketidaksadaran
Kesadaran
Kesadaran
Kesadaran
Kesadaran

Tekanan pada masa lampau
Tidak
Tidak
Ya
Tidak

Tekanan pada masa sekarang
Ya
Ya
Ya
Ya
Tekanan pada masa yang akan dating
Ya
Tidak
(?)
(?)

Tekanan pada peningkatan atau reduksi tegangan
Peningkatan
Peningkatan
(?)
Peningkatan

Peranan pekerjaan dan tujuan-tujuan
Sangat penting
Sama sekali tidak
(?)
Sangat penting

Sifat persepsi
Objektif
Subjektif
Objektif
Objektif

Tanggung jawab terhadap orang lain
Ya
(?)
Ya
Ya






*(?) menunjukkan bahwa ahli teori yang bersangkutan itu sendiri tidak menjelaskan hal tersebut.




Daftar Pustaka
Schultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: PT. Kanisius.
Slamet I.S., Suprapti, dan Sumarno Markam. 2003. Psikologi Klinis. Jakarta: Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar