Minggu, 18 Desember 2016

Dimana peran WALKA Commuterline?

Dear, PT. KAI Commuterline Jabodetabek. Saya amat sangat mencintai jasa angkutan umum kereta api, dan tidak dipungkiri saya adalah pengguna aktif commuterline. Namun, tidak sedikit yang saya temui kendala-kendala yang sering terjadi. Kali ini bukan kendala teknisi yang mengecewakan untuk saya, namun ini adalah petugas Anda yang seharusnya lebih menjadi perhatian khusus.
Petugas walka (pengawal perjalanan kereta) yang seharusnya memberikan pengaruh besar di setiap perjalanan commuterline agar dirasakan kehadiran nya, saya rasa mereka hampir sama saja dengan pengguna commuterline biasa, hanya saja mereka berseragam khusus petugas.
Saya ingin bertanya, apakah arti dari semboyan "Anda adalah prioritas kami?" Sedangkan hari ini, saya mengalami kejadian di rangkaian ka 1**4 (jakarta kota - bogor) tidak diprioritas kan sama sekali. Saya membawa 2 anak-anak berusia 8 dan 6 tahun. Saya naik dari gerbong 9 dan berakhir di gerbong 12. Sebelumnya saya berdiri di gerbong 11 dekat sambungan gerbong 12, ada petugas walka yang berdiri di sambungan kereta. Namun, Ia hanya melihat saya dan kedua keponakan saya. Ketika saya berjalan ke kkw (kereta khusus wanita), kedua petugas walka itupun kembali melihat ke arah saya dan kedua keponakan saya.
Saya mendapati satu bangku prioritas yg di duduki oleh seseorang yg bukan haknya. Saya heran, petugas walka stop melihati saya ketika saya berdiri dipojok dekat pintu kabin hingga keponakan saya duduk dilantai.
Yang membuat saya mengadu seperti ini adalah, ketika kedua keponakan saya mengucapkan "te gak ada tempat duduk?" "te kita gak dapat tempat duduk?" miris hati saya dan jujur saya menitikan air mata saat itu juga. Ntahlah, jasa angkutan umum yang selalu saya banggakan di teman-teman saya dan keluarga saya, ternyata pelayanan nya mengecewakan. Mungkin, sebagaian besar dari Anda petugas pelayanan tidak merasakan. Tapi saya yg selalu berpergian menggunakan commuterline, cukup menyayat hati melihat tempat duduk prioritas di duduki org lain dan petugas walka yg tidak saya rasakan kehadiran nya untuk "menegur" orang lain itu, hingga akhirnya saya merasakan sendiri kejadian yg diluar semboyan besar Anda.
Semoga pihak terkait mengkoreksi kembali tingkat kinerja dan pelayanan petugas Anda, terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar