Minggu, 24 Januari 2016

Global Brain dan Peran Internet


Time to upload : 21:33 WIB

Definisi

Global Brain, adalah konseptualisasi dari jaringan di seluruh dunia yang dibentuk oleh semua orang di dunia bersama-sama dengan teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan mereka menjadi cerdas dalam mengatur dirinya sendiri. Internet menjadi lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih menyeluruh, semakin mengikat kita bersama-sama ke dalam sistem pengolahan informasi tunggal yang berfungsi seperti sistem saraf di bumi. Kecerdasan jaringan ini bersifat kolektif atau didistribusikan, tidak terpusat atau local dalam setiap individu tertentu, organisasi atau sistem komputer. Ini bukan muncul dari jaringan dinamis interaksi antara komponen-komponennya, properti khas dari sistem adaptif yang kompleks.

The World Wide Web (www) pada khususnya menyerupai organisasi otak dengan halaman webnya (memainkan peran yang mirip dengan neuron) yang terhubung oleh hyperlink (memainkan peran yang mirip dengan sinapsis), bersama-sama membentuk jaringan asosiatif sepanjang informasi menyebar. Analogi ini menjadi lebih kuat dengan munculnya media sosial, seperti facebook, dimana link antara halaman pribadi mewakili hubungan dalam  jaringan sosial yang menyebar dari orang ke orang. Propagasi mirip dengan aktivitas menyebar bahwa jaringan saraf menggunakan otak untuk proses.

Peran internet sebagai mediasi yang memungkinkan terbentuknya berbagai model atau kondisi: 
            a)      Consciounsness
Conscience dalam bahasa Perancis bisa diartikan sebagai “hati nurani“ dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai “sadar“ atau “persepsi” atau “kesadaran”, dan komentator dan penerjemah dari Durkheim tidak setuju.
Sadar atau kesadaran kolektif adalah seperangkat keyakinan bersama, gagasan dan sikap moral yang beroperasi sebagai kekuatan pemersatuan dalam masyarakat. Istilah ini diperkenalkan oleh Sosiolog Perancis, Emile Durkheim di Divisi nya Buruh di Masyarakat pada tahun 1893.
Adapun “kolektif“, Durkheim membuat jelas bahwa Ia tidak reifying atau hypostaizing konsep ini, baginya itu adalah “kolektif“ hanya dalam artian itu adalah umum untuk banyak individu; cf. Fakta sosial. 

b)      Unconscius
Dalam teori yang di kemekukakan oleh Sigmund Freud, kepribadian manusia di ibaratkan seperti gunung es, dimana yang kita ketahui hanya sedikit bagian, yaitu di ujung gunung es, dan bagian terbesar dari kepribadian berada pada alam tidak sadar, dalam teori Freud alam tidak sadar bersifat absrtak dan berupa gagasan dan dorongan-dorongan, tidak seperti alam sadar yang berhubungan langsung dengan dunia nyata. Namun, tidak berarti alam tidak sadar tidak dapat berhubungan dengna dunia nyata, seringkali alam tidak sadar kita mendorong dan mencoba untuk memasuki alam sadar kita dengan mengelabui primary sendor yang memiliki tugas untuk memfilter hal-hal yang akan di lakukan oleh alam sadar kita, alam tidak sadar menyelinap seakan akan ingatan-ingatan itu baik dan berguna jika dilakukan oleh alam sadar kita. Ketika ingatan tersebut masuk ke alam sadar kita, kita tak lagi mengenali mereka seperti apa adanya; kita justru melihatnya sebagai pengalaman yang relative menyenangkan dan tak mengancam.

Pada banyak kasus, gambaran-gambaran tersebut memiliki motif-motif seksual atau agresi yang kuat, karena perilaku seksual dan agresi pada masa kanak-kanak seringkali diganjar dengan tekanan dan hukuman. Tekanan dan hukuman ini seringkali menciptakan kecemasan dan memicu represi, yaitu dorongan agar pengalaman yang tidak diinginkan serta membawa kecemasan masuk ke alam tidak sadar yang melindungi  kita dari rasa sakit akibat kecemasan tersebut.

Dalam kaitannya, peran internet dalam menciptakan suasana unconscious, dunia maya menyediakan tempat dalam pemenuhan dorongan-dorongan seksual dan agresi yang berada dalam alam tidak sadar kita, dalam dunia maya kita secara bebas mengakses informasi yang positive dan juga yang negative, seperti akses video porno yang akan memberi kesenangan seksual, alam tidak sadar kita dapat dengan mudah mempengaruhi perasaan kita bahwa “melihat video porno itu tidak masalah, toh tidak ada yang tahu”. Alam tidak sadar menyelinap ke alam sadar seperti itu, dengan sangat mudahnya alam sadar kita terpengaruh oleh alam tidak sadar kita.

c)      Collective Unconsciousness

Ketidaksadaran kolektif istilah psikologi analitis, diciptakan oleh Carl Gustav Jung.  Hal ini diusulkan untuk menjadi bagian dari pikirin bawah sadar, dinyatakan dalam kemanusian dan semua bentuk kehidupan dengan sistem saraf, dan menjelaskan bagaimana struktur jiwa mandiri mengatur pengalaman. Jung membedakan ketidaksadaran kolektif dari ketidak sadaran pribadi, dalam ketidaksadaran pribadi adalah reservoir pribadi pengalaman unik untuk setiap individu, sedangkan terkumpul ketidaksadaran kolektif dalam cara yang sama dengan masing-masing anggota dari suatu spesies tertentu. Isi dari ketidaksadarn kolektif disebut arketipe, ada berbagai macam arketipe, seperti anima, animus, great mother, wisdom old man, super hero, dan diri sendiri. Pengeadaan arketipe dari generasi ke genrasi dapat berbagai mediasi, salah satunya melalui media internet, sebagai contoh adalah super hero yang di definisikan sebagai seseorang yang memiliki kekuatan melawan orang jahat yang menghancurkan orang banyak, pengenalan atau pengendapan arketipe super hero dari generasi dapat dilakukan salah satunya melalui media internet, banyak sekali cerita yang mendefinisikan super hero dari berbagai dunia mengenai super hero, kita tanpa harus hidup di masa lalu dapat menghetahui apa itu super hero melalui cerita dan artikel yang dimuat di media internet.








Daftar Pustaka :







Kinerja Tim :

                    NPM                   
Nama
Jobdesk
13514316
Searching
15514765
Searching
18514232
Sarana Prasarana
18514362
Editing
1A514246
Typing
1A514506
Typing
                                       


8 komentar:

  1. materinya sangat bermanfaat dan cukup lengkap mudah dimengerti. Terimakasih

    BalasHapus
  2. materinya bermanfaat dan mudah dimengerti, terimakasih.

    BalasHapus
  3. Ulasan materinya cukup bagus. Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  4. materinya cukup baik, terima kasih

    BalasHapus
  5. materinya cukup menarik, lebih diperbanyak lagi sumbernya. semoga bermanfaat, terima kasih.

    BalasHapus
  6. terimkasih untuk materinya, sangat bermanfaat dan lengkap :)

    BalasHapus