Kamis, 05 November 2015

Psikologi dan Internet

Date and Time to Upload : November, 05 2015. 03:05 WIB

Peran Sosial Individu dalam Internet (Pro-Sosial)

Definisi


Perilaku pro-sosial merupakan tindakan yang bertujuan untuk kepentingan orang lain (Kassin, Fein & Markus, 2011). Lebih lanjut, perilaku pro-sosial merupakan semua jenis tindakan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain selain diri sendiri, seperti bekerja sama, berbagi, dan menghibur (Batson, dalam Sanderson, 2011). Pro-sosial diartikan sebagai sosial positif, sehingga perilaku pro-sosial merupakan perilaku yang mempunyai akibat atau konsekuensi yang positif bagi orang lain, sehingga ketika seseorang melakukan bantuan terhadap orang lain, pro-sosial memiliki arti sebagai sosial positif atau mempunyai konsekuensi positif (Fetchenhauer, dkk, 2006). Sosial positif ini didasarkan atas nilai-nilai positif yang ada di masyarakat dan biasanya di tuntut untuk dilakukan (Staub, dalam Ma, Li, & Pow, 2011).


Baron & Byrne (2005) mengatakan bahwa perilaku pro-sosial adalah suatu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan mungkin bahkan melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong. Gerungan (2000) menyatakan bahwa perilaku pro-sosial mencakup perilaku yang menguntungkan orang lain yang mempunyai konsekuensi sosial yang positif sehingga akan menambah kebaikan fisik maupun psikis. Sedangkan Faturochman (2006) mengartikan perilaku pro-sosial sebagai perilaku yang memberi konsekuensi positif pada orang lain.

Pengertian Prososial Menurut para Tokoh:

1.      Perilaku pro-sosial merupakan tindakan bertujuan untuk kepentingan orang lain (Kassin, Fein & Markus, 2011).
2.     Menurut O. Sears. Peplau, dan Taylor pengertian perilaku pro-sosial mencakup kategori yang lebih luas, segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong.
3.      Perilaku pro-sosial ialah tindakan sukarela yang dilakukan sesorang atau sekelompok orang untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun atau perasaan telah melakukan kebaikan (David O.Sears. dkk, 1991).
4.      Pengertian perilaku pro-sosial adalah segala bentuk tindakan positif yang diberikan pada orang lain tanpa keinginan untuk memperoleh imbalan untuk kepentingan diri sendiri (Edwin P Holiander)

Peran Sosial Individu

Dengan setiap teknologi baru, hampir selalu ada periode terkait re-organisasi sosial dan kultur serta refleksi, dan kadang-kadang bahkan kecemasan dan konflik. Hampir selalu ada banyak pembicara, jurnalis, ulama, dan orang biasa mencoba untuk memahami apa yang mereka ketahui dan mendengar tentang perkembangan teknologi baru. Sering mitos populer tentang teknologi baru dapat menjadi ekstrim, cenderung membesar-besarkan dampak negatif atau positif, mereka percaya bahwa teknologi akan memiliki pada masyarakat, interaksi sosial, dan psikologis individu. Setiap peran sosial adalah serangkaian hak, kewajiban, harapan, norma, dan perilaku seseorang yang harus dihadapi dan dipenuhi. Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa orang-orang bertindak dengan cara yang dapat diprediksikan, dan bahwa kelakuan seseorang bergantung pada konteksnya, berdasarkan posisi sosial dan faktor-faktor lain. Perilaku pro-sosial mencakup kategori yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong. Determinisme teknologi karena melihat teknologi sebagai besar 'penggerak dan pengocok' balik transformasi sosial yang besar pada tingkat intuisi, interaksi sosial dan kognisi individu.

Sosial individu sangat berperan dalam internet. Peran sosial individu dalam penggunaan internet (berinteraksi melalui internet) adalah dengan mengeluarkan pendapat di forum-forum online. Hal tersebut akan mendorong seorang netters untuk prososial. Mereka akan lebih bisa bersosialisasi dalam kehidupan nyata jika bisa berinteraksi dengan orang lain di internet. Meskipun biasanya yang aktif di dunia maya cenderung pasif di kehidupan nyata, namun berkat peran sosial dalam internet, maka orang yang tadinya pasif bisa menjadi aktif di dunia maya dan kehidupan nyata.
Perilaku prososial meliputi berbagai bentuk, antara lain:

1. Simpati (Sympathy).
Perilaku yang didasarkan atas perasaan positif terhadap orang lain, sikap peduli, serta ikut merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain.
2. Kerjasama (Cooperation).
Kerjasama diartikan bahwa setiap orang mampu dan ingin bekerjasama dengan orang lain, meski bukan untuk keuntungan bersama.
3. Membantu (Helping).
Perilaku mengambil bagian atau membantu urusan orang lain sehingga orang tersebut dapat mencapai tujuannya.
4. Berderma (Donating).
Merupakan perilaku memberikan hadiah atau sumbangan kepada orang lain, biasanya berupa amal.
5. Suka menolong (Altruisme).
Mengambil bagian untuk menolong orang lain, yang dilakukan tanpa pamrih, dan biasanya dalam bentuk menyelamatkan orang lain dari ancaman bahaya.

       Menurut definisi oleh Wasserman dan Faust (1994) jejaring sosial dapat dipandang sebagai sistem hubungan sosial ditandai dengan serangkaian actor (orang) dan ties (percakapan) dalam sosial mereka. Kuat lemahnya ties dalam suatu jejaring sosial oleh Granovetter (dalam Carolan & Natriello, 2006) dipengaruhi oleh 4 kriteria sebagai berikut :
1. Durasi
2. Intensitas emosional
3. Keintiman
4. Pertukaran layanan atau bantuan

       Perilaku pro-sosial dapat mengurangi perilaku antisosial, yang secara sederhana, digambarkan sebagai perilaku yang tidak diinginkan dalam lingkungan sosial merupakan lawan dari perilaku pro-sosial (Millon, dkk, dalam Millie 2009). Perilaku antisosial lebih mengarah menentang pada norma norma yang berlaku pada masayrakat (Connor, 2002).

Bentuk-bentuk Perilaku Prososial:

Menurut Schoeder Prilaku Prososial  mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Menolong
2. Alturisme
3. Kerjasama

Baron dan Byrne (2005) menyebutkan tiga aspek perilaku prososial, yang antara lain:
1.   Menolong orang lain yang kesulitan (Helping A Stranger Distress)· Penyebaran tanggung jawab dan menghindari kesalahan. 
2.   Mengurangi suatu tindak pelanggaran (Deterring A Wrongdoer)
3.   Menahan godaan (Resist Temptation). Menurut Hing Keung Ma (2011), perilaku prososial pada remaja dalam penggunaan internet termasuk di dalamnya.

A. Perilaku menolong.
Dalam mengorganisir kegiatan dunia maya bersifat sukarela dan altruistik untuk membantu orang yang membutuhkan. Seperti menggunakan sarana internet untuk membantu orang lain.

B. Perilaku kerjasama dan berbagi.
Menggunakan fasilitas internet sebagai sarana untuk mengajar dan belajar, sehingga meningkatkan pengetahuan dan wawasan seseorang.

-        C. Mempertahankan hubungan yang afektif.
Perilaku normatif dalam penggunaan internet. Contoh, dikenal dan diyakini oleh orang lain sebagai orang yang baik.





DAFTAR PUSTAKA







http://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-perilaku-prososial.html


NPM
Nama
Jobdesk
13514316
Searching
15514765
Searching
18514232
Sarana Prasarana
18514362
Editing
1A514246
Typing
1A514506
Typing

6 komentar:

  1. Menurut Schoeder Prilaku Prososial mencakup hal-hal sebagai berikut :
    1. Menolong
    2. Alturisme
    3. Kerjasama

    bisa tolong kasih contoh altuisme gak? makasih:)

    BalasHapus
  2. Materinya sangat membantu, terimakasih ya:)

    BalasHapus
  3. Bagaimana dengan orang2 yang aktif dalam forum di dunia maya tetapi memiliki sikap yang egois, dalam artian ingin menang sendiri sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam forum tersebut? Terimakasih :)

    BalasHapus
  4. apa bentuk peran sosial dalam penggunaan internet ?

    BalasHapus
  5. Baron dan Byrne (2005) menyebutkan tiga aspek perilaku prososial, yang antara lain:
    1. Menolong orang lain yang kesulitan (Helping A Stranger Distress)· Penyebaran tanggung jawab dan menghindari kesalahan.
    2. Mengurangi suatu tindak pelanggaran (Deterring A Wrongdoer)
    3. Menahan godaan (Resist Temptation).
    Maksud dari menahan godaan itu apa ya? Terima kasih :)

    BalasHapus