Sabtu, 14 Maret 2015

Softskill, Pertemuan Pertama



PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KETERBAKATAN



 


 
Disusun oleh:

Ø  Chori Alifia W                      (12514369)

Ø  Rekha Amalia Gusman       (19514017)

Ø  Suci Puji Yati                        (1A514479)

Ø  Suliana Tri Aulia Dienny     (1A514506)



KELAS 1PA18





Fakultas Psikologi

Universitas Gunadarma

ATA 2014/2015





1.            PENDAHULUAN
Sebagai pribadi, maupun kelompok atau suatu bangsa kita harus mampu memikirkan, menciptakan cara-cara baru dengan cara yang kreatif, agar kita tidak hanyut dalam dalam persaingan antar bangsa  dan negara dalam era globalisasi ini. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas sejak usia dini sangatlah penting.
Kreativitas begitu bermakna dalam hidup dan kreativitas perlu di pupuk sejak dini dalam diri peserta didik, karena :
·                Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya, karena perwujudan diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia.
·                Berfikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam suatu masalah merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan.
·                Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bermanfaat untuk lingkungan dan kepuasan diri individu. Seperti para seniman, ilmuan, dll.
·                Kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.




1.1.         Pengertian Kreativitas 4P (Pribadi, Proses, Pendorong, Produk).
Kreativitas adalah:
a.              Kreativitas merupakan suatu proses menghasilkan sesuatu yang baru atau suatu bidang kajian yang kompleks dan menimbulkan berbagai perbedaan dari beberapa pandangan.
b.              Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non-aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
c.              Kreativitas (Creativity) dalam kamus Psikologi merupakan kemampuan menghasilkan bentuk baru dalam seni, atau dalam permesinan, atau dalam memecahkan masalah-masalah dengan metode-metode baru.

Definisi kreativitas tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat di definisikan ke dalam empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi 4P (Pribadi, Proses, Pendorong, Produk) sebagai berikut:
a.              Pribadi (Person)
Definisi kreativitas ini memfokuskan pada individual, bagaimana dapat dikatakan sebagai bakat, kreatif, kemampuan, serta interaksi yang unik dengan lingkungan.
Menurut Guilford (2001), kreativitas merupakan kemampuan yang ada dalam diri sendiri yang erat hubungan nya dengan bakat seseorang.
Menurut Roger (dalam Afifa, 2007), faktor pribadi yang kreatif adalah yang mampu mengendalikan keterbukaan dan kemampuan secara spontan dengan elemen-elemen dan konsep-konsep sesuai dengan lokus pribadinya.
Menurut Huelbeck (1945), tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkuan nya. “Creative person is an imposing of one’s own whole personality on the environment in an unique and characteristic way.”

b.              Proses (Process)
Definisi kreativitas ini memfokuskan pada suatu proses, yang dapat diartikan sebagaimana seseorang berpikir serta memunculkan ide-ide unik yang kreatif. Hal ini berkaitan dengan kemampuan individual dalam memecahkan permasalahan.
Menurut Torrance (1998), kreativitas adalah proses merasakan, mengamati, serta membuat dugaan atas kekurangan dalam masalah yang dapat dinilai dan diuji melalui hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya dapat disajikan hasilnya.
Menurut Munandar (1977) dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001, kreativitas adalah sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinilitas dalam berpikir (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan.
Menurut Wallas (1976) dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001, tahap persiapan adalah tahap pengumpulan informasi atau data sebagai bahan untuk memecahkan masalah.

Dalam Kamus Lengkap Psikologi, Proses adalah:
1.              Sebarang perubahan dalam satu objek atau organisme, khususnya satu perubahan tingkah lakuatau perubahan psikologis.
2.              Cara berlangsungnya satu perubahan dalam satu organisme, atau cara terjadinya suatu reaksi.
3.              (Titchener) satu perasaan atau penghayatan, atau isi kesadaran lainnya tanpa referensi/kaitan dengan suasana, keadaan, atau maknanya.
4.              Satu proyeksi atau pembesaran berasal dari suatu organ atau sel.

c.              Pendorong (Press)
Definisi krativitas ini memfokuskan pada suatu dorongan, dorongan internal (diri sendiri) serta eksternal (lingkungan). Faktor itu dapat berupa hakikat, keinginan, motivasi, imajinasi dan fantasi untuk menciptakan pribadi yang kreatif.
Menurut Simpson (1982) dalam S.C.U. Munandar 1999, merujuk pada aspek pendorong internal dengan rumusan nya sebagai berikut; “The intiative that one manifests by his power to break away from the usual sequence of thought.”
Dalam Kamus Lengkap Psikologi, Press adalah (Murray) satu objek lingkungan atau satu kejadian yang mengandung arti bagi seseorang.

d.             Produk (Product)
Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.
Menurut Munandar, 2002, Mengenali bakat, ciri pribadi, mendorong dengan motivasi, menyediakan waktu dan sarana prasarana, serta mempertunjukkan hasil karya guna menggugah minat untuk berkreasi akan membuat individu terpacu untuk kreatif.
Menurut (Munandar dalam Afifa, 2007), menyatakan bahwa suatu karya cipta pada hakikatnya tidaklah baru sama sekali tetapi merupakan pengembangan atau kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
Menurut (Stein dalam Basuki, 2010), menyatakan bahwa suatu produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu.

1.2.         Pengertian Operasional dalam Kreativitas
a.              Kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan (Munandar dalam Basuki, 2010).
b.              Definisi operasional menurut Koentjaraningrat merupakan batu ujian terakhir apakah masalah dapat diselidiki atau tidak. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah demonstrasi dari suatu proses – seperti sebuah variabel, istilah atau objek – dalam hal proses tertentu atau serangkaian tes validasi yang digunakan untuk menentukan kehadiran dan kuantitas.

1.3.         Definisi Kreativitas Menurut Clark
a.              Menurut Clark Moustakis (1967), ahli psikologi humanistik menyatakan bahwa kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain.
b.              Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan : “Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).



2.              TEORI-TEORI MENGENAI KREATIVITAS
2.1.         Penjelasan teori-teori yang melandasi  pengembangan kretivitas yang meliputi;
a.              Teori Psikoanalisis
Pribadi kreatif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.

Teori ini terdiri dari:
1)             Teori Freud
Menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism).
Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.

Macam mekanisme pertahanan:


·                Represi
·                Regresi
·                Konpensasi
·                Proyeksi
·                Sublimasi
·                Pembentukan reaksi
·                Rasionalisasi
·                Pemindahan
·                Identifikasi
·                Kompartementalisasi
·                Introjeksi



2)             Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masalah-masalah serius dalam kehidupannya.

Dengan demikian, mereka mampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego).

3)             Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

b.              Teori Humanistik
Teori Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi.
Teori Humanistik meliputi:
1)             Teori Abraham Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
·                Kebutuhan fisik/biologis
·                Kebutuhan akan rasa aman
·                Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
·                Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
·                Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
·                Kebutuhan estetik

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”.
Kedua kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”.
Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki.



2)             Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
·                Keterbukaan terhadap pengalaman.
·                Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation).
·                Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.

Apabila seseorang memiliki ketiga ciri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.”

c.              Teori Cziksentmihalyi
1)             Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
2)             Minat pada usia dini pada ranah tertentu. Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
3)             Akses terhadap suatu bidang. Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati   sangat membantu pengembangan bakat.
4)             Access to a field. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.
5)             Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya.



Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi:
Csikszentmihalyi, mengemukakan 9 pasang ciri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
1)             Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya.
2)             Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
3)             Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
4)             Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas. Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu.
5)             Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
6)             Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama.
7)             Pribadi kreatif  menunjukkan kecenderungan androgini psikologis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin).
8)             Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian  karya mereka.
9)             Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa.






Sumber:

Kamus Lengkap Psikologi J.P. Chaplin Penerjemah: Dr. Kartini Kartono








Tidak ada komentar:

Posting Komentar