Selasa, 20 Desember 2016

Analisis Jabatan



Analisis Jabatan
“Perusahaan Batik Khas Nusantara”

Jenis Perusahaan             : Batik
Nama Perusahaan           : PT. Batik Khas Nusantara
Struktur Perusahaan       :
 

Posisi Jabatan
Human Research and Development
Manager Produksi
Admin
Fungsi
Memastikan kualitas performansi dalam perusahaan sesuai standar yang telah ditetapkan perusahaan.
a.     Memastikan kualitas barang yang di produksi.
b.    Menjamin kelancaran proses produksi.
Admin berperan sebagai sales dan promosi.

Tugas
a.     Melakukan riset dan pengembangan perusahaan.
b.    Mengelola perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan
c.     Merencanakan dan mengeksekusi rencana strategis perusahaan jangka menengah dan jangka panjang.
  1. Mengawasi persediaan, distribusi barang dan tata letak fasilitas operasional.
  2. Membuat rencana produksi dan mengawasi jalannya proses produksi agar dapat terjamin kualitasnya.
  3. Menjaga kualitas dan kuantitas barang sesuai yang direncanakan.
  1. Mengembangkan perusahaan melalui perluasan pasar.
b.    Melakukan kegiatan promosi, iklan, dan kebijakan pemasaran.
c.     Mengidentifikasikan kebutuhan konsumen dan tingkat persaingan sehingga dapat ditentukan rencana volume (jumlah) penjualan.
Wewenang
Melakukan test untuk meningkatkan kualitas perusahaan.
Mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi.
Melakukan promosi supaya kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dan perusahaan mendapatkan keuntungan.
Tanggung Jawab
Mengelola sejumlah dana dari anggaran yang dikeluarkan perusahaan.
Mengawasi dan menjalankan proses produksi secara lancer dan efisien dalam memenuhi target produksi yang telah ditetapkan perusahaan.
Menangani kegiatan marketing, pengembangan bisnis dan jaringan penjualan produk.
Hubungan Langsung
Dengan pihak luar yang hendak berkerja sama.
Dengan produsen.
Dengan konsumen.
Persyaratan Jabatan
a.     Pria / Wanita.
b.    Usia 20-30 tahun.
c.     Tinggi badan minimal pria 165 cm / wanita 160 cm.
d.    Pendidikan minimal SMA IPA, SMK Penjualan / Akutansi, D3 dan S1 semua jurusan.
e.    Nilai Ujian Nasional rata-rata 80 atau IPK 3,10 dengan akreditasi A.
f.      Sehat Jasmani dan Rohani.
g.     Tidak berkaca mata / buta warna.
h.    Terampil, jujur, dan pekerja keras.

Persyaratan Dokumen:
a)    Foto copy KTP.
b)    Foto terbaru 3x4 atau 4x6.
c)    Foto Copy Ijazah.
d)    Foto Copy Transkip Nilai.
e)    Foto Copy SKCK.
f)     Foto Copy keterangan sehat.
g)    Foto Copy Sertifikat (jika ada).

Ø  Persyaratan dokumen berbentuk pdf.
Ø  Kirim ke alamat email: hrd@batiknusantara.co.id
Ø  Subject Email sesuai yang diajukan: Human Research and Development, Manager Produksi, atau Admin.
Ø  Paling lambat 03 Mei 2017.

Minggu, 18 Desember 2016

Dimana peran WALKA Commuterline?

Dear, PT. KAI Commuterline Jabodetabek. Saya amat sangat mencintai jasa angkutan umum kereta api, dan tidak dipungkiri saya adalah pengguna aktif commuterline. Namun, tidak sedikit yang saya temui kendala-kendala yang sering terjadi. Kali ini bukan kendala teknisi yang mengecewakan untuk saya, namun ini adalah petugas Anda yang seharusnya lebih menjadi perhatian khusus.
Petugas walka (pengawal perjalanan kereta) yang seharusnya memberikan pengaruh besar di setiap perjalanan commuterline agar dirasakan kehadiran nya, saya rasa mereka hampir sama saja dengan pengguna commuterline biasa, hanya saja mereka berseragam khusus petugas.
Saya ingin bertanya, apakah arti dari semboyan "Anda adalah prioritas kami?" Sedangkan hari ini, saya mengalami kejadian di rangkaian ka 1**4 (jakarta kota - bogor) tidak diprioritas kan sama sekali. Saya membawa 2 anak-anak berusia 8 dan 6 tahun. Saya naik dari gerbong 9 dan berakhir di gerbong 12. Sebelumnya saya berdiri di gerbong 11 dekat sambungan gerbong 12, ada petugas walka yang berdiri di sambungan kereta. Namun, Ia hanya melihat saya dan kedua keponakan saya. Ketika saya berjalan ke kkw (kereta khusus wanita), kedua petugas walka itupun kembali melihat ke arah saya dan kedua keponakan saya.
Saya mendapati satu bangku prioritas yg di duduki oleh seseorang yg bukan haknya. Saya heran, petugas walka stop melihati saya ketika saya berdiri dipojok dekat pintu kabin hingga keponakan saya duduk dilantai.
Yang membuat saya mengadu seperti ini adalah, ketika kedua keponakan saya mengucapkan "te gak ada tempat duduk?" "te kita gak dapat tempat duduk?" miris hati saya dan jujur saya menitikan air mata saat itu juga. Ntahlah, jasa angkutan umum yang selalu saya banggakan di teman-teman saya dan keluarga saya, ternyata pelayanan nya mengecewakan. Mungkin, sebagaian besar dari Anda petugas pelayanan tidak merasakan. Tapi saya yg selalu berpergian menggunakan commuterline, cukup menyayat hati melihat tempat duduk prioritas di duduki org lain dan petugas walka yg tidak saya rasakan kehadiran nya untuk "menegur" orang lain itu, hingga akhirnya saya merasakan sendiri kejadian yg diluar semboyan besar Anda.
Semoga pihak terkait mengkoreksi kembali tingkat kinerja dan pelayanan petugas Anda, terimakasih.

Minggu, 30 Oktober 2016

Tugas Psikologi Manajemen



Visi Misi dan SOP
“Perusahaan Batik Khas Nusantara”

Jenis Perusahaan     : Batik
Nama Perusahaan   : PT. Batik Khas Nusantara

Visi Perusahaan       :
“Visi Perusahaan adalah memperkenalkan dan menciptakan batik sebagai pilihan utama berbusana dari hasil kreativitas tangan orang Indonesia di kancah Internasional.”

Misi Perusahaan      :
1.   Menciptakan lapangan pekerjaan di seluruh Nusantara dan berbagai kota di Indonesia, sebagai wadah dalam penyaluran kreativitas batik khas Nusantara.
2.   Memberikan tempat dan waktu dalam berkarya menciptakan motif  batik khas Nusantara.
3.   Menyaring dan menyalurkan setiap sumber daya yang menjadi bagian dalam proses menciptakan dan pembuatan batik khas Nusantara.
4.   Mengenalkan dan mempromosikan batik khas Nusantara dalam berbagai ajang festival dan event lainnya di kancah Internasional.
5.   Mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan Internasiona; mengenakan batik khas Nusantara.

Standard Operating Procedure Perusahaan        :
1.   Mengelola perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
2.   Merencanakan dan mengeksekusi rencana strategis perusahaan jangka menengah dan jangka panjang.
3.   Mengawasi persediaan, distribusi barang dan tata letak fasilitas operasional.
4.   Membuat rencana produksi dan mengawasi jalannya proses produksi agar dapat terjamin kualitasnya.
5.   Menjaga kualitas dan kuantitas barang sesuai yang direncanakan.
6.   Mengembangkan perusahaan melalui perluasan pasar.
7.   Melakukan kegiatan promosi, iklan, dan kebijakan pemasaran.







Anggota Kelompok:
Dian Ratnasari (12514998)
Shintia Rilyani (1A514246)
Sisca Alvionita (1A514308)
Suliana Tri Aulia Dienny (1A514506)

Senin, 13 Juni 2016

Kesehatan Mental




“Abnormalitas – Fenomena LGBT”



Kelas                             : 2PA07
Nama Kelompok          :
1.     Adinda Fajarnindyah (10514263)
2.     Annisa Windra Septiva (11514407)
3.     Dian Ratnasari (12514998)
4.     Dwi Rahmawati (13514316)
5.     Irtia Rifda Pawae (15514473)
6.     Revisha Avenia (19514124)
7.     Suliana Tri Aulia Dienny (1A514506)


Dalam beberapa pemberitaan akhir-akhir ini, pembahasan mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) cukup hangat untuk didengar. LGBT merupakan salah satu perilaku abnormal, dimana individu mengalami kelainan seks pada dirinya. Perilaku abnormal (abnormal behavior) bagi para ahli psikologi seringkali disebut dengan gangguan perilaku (behavior disorder), atau ada juga yang menyebutnya dengan mental illness.

Tema : Kesehatan Mental
Judul : Abnormalitas pada Fenomena LGBT
Konsep video : diskusi kelompok

Perilaku LGBT meliputi:
1.       Lesbian, adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau secara spiritual.
2.       Gay, adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki atau disebut juga laki-laki yang mencintai laki-laki baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual. Mereka juga rata-rata agak memedulikan penampilan, dan sangat memperhatikan apa-apa saja yang terjadi pada pasangannya.
3.       Biseksual, adalah orientasi seks yang mempunyai ciri-ciri berupa ketertarikan estetis, cinta romantis dan hasrat seksual kepada pria dan wanita. Biseksualitas umumnya dikontraskan dengan homoseksualitas, heteroseksualitas, dan aseksualitas.
4.       Transgender, adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir. "Transgender" tidak menunjukkan bentuk spesifik apapun dari orientasi seksual orangnya.

Perilaku LGBT ini sempat menimbulkan banyak protes dan penolakan di berbagai Negara termasuk Indonesia. Namun, di Amerika Serikat perilaku LGBT telah di legalkan secara resmi oleh Presiden Barack Obama. Walau terus diselimuti pro-kontra, setelah putusan dibacakan, Orang Nomor Satu di AS, Barack Obama mengeluarkan pernyataan resmi. Dia menyebut putusan ini adalah langkah maju bagi negara ini dalam hal persamaan hak.

"Semua warga AS, harus memiliki kesempatan yang sama di bawah hukum yang berlaku," ucap Obama.
 
Bagaimana Kondisi Kesehatan Mental Mempengaruhi Komunitas LGBT? Seseorang yang termasuk dalam individu LGBT mempunyai pengaruh besar terkena depresi berat atau kecemasan umum 3 kali lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya diskriminasi dari lingkungan social.

Seseorang yang LGBT harus menghadapi stigma dan prasangka terkait dengan identitas seksual dan jenis kelamin mereka serta bias social terhadap kondisi kesehatan mental. Banyak diantara  mereka yang termasuk LGBT, tidak sering berbicara tentang kesehatan mental dan kurang kesadaran tentang kesehatan mental. Hal tersebut memperkecil seseorang mencari pengobatan dan dukungan untuk hal yang lebih baik.

Diskriminasi telah dikaitkan dengan LGBT dengan tinggginya tingkat gangguan kejiwaan, prasangka dan stigma, bunuh diri, dan penyalahgunaan zat. Contoh diskriminasi pada LGBT adalah adanya intimidasi di sekolah serta bullying yang di dapat dari lingkungan sekitar.

Faktor akibat dari perilaku LGBT:
1.     Kemungkinan besar untuk melakukan bunuh diri.
2.     Lebih mungkin untuk menjadi tunawisma.
3.     Gay lebih besar terkena penyakit HIV dan penyakit seksual lainnya.
4.     Lesbian dan perempuan Biseksual lebih dominan terkena obesitas.
5.     Transgender memiliki pravelensi tinggi pada HIV / PMS.
6.     Populasi LGBT memegan peranan tertinggi bagi penggunaan tembakau, narkoba, dan alcohol.

Adapun pendapat mengenai Pro-Kontra pada kasus LGBT ini.
a.     Pro LGBT
·        Mendukung bukan berarti menjadi bagian darinya. Kita cukup menerima dan memahami keadaannya, bahwa terlahir berbeda bukanlah perkara mudah. Jangan mengucilkan apabila ia tidak mengganggu kita. Apakah kita pantas mengucilkan ciptaan Tuhan?
·        Setiap orang berhak jatuh cinta dan semestinya mereka tidak boleh dipisahkan. Sayangnya, setiap orang tidak ada yang dapat memilih untuk jatuh cinta dengan siapa; laki-laki dengan wanita, laki-laki dengan laki-laki, atau laki-laki dengan wanita. Orientasi seksual seseorang tidak dapat diubah, ia telah diatur dalam gen manusia ketika lahir muncul secara alamiah ketika manusia memasuki masa pubertas.
·        Pasangan LGBT juga dianggap mampu untuk merawat dan membesarkan anak. Jadi, tak ada salahnya memberikan kebebasan yang sama bagi mereka untuk mengadopsi anak.

b.     Kontra LGBT
·        Hubungan sesama jenis dilarang oleh agama dan tergolong dosa besar. Hal ini telah diatur dalam kitab di semua agama, dan setiap orang pasti memiliki tafsiran atau pemahaman yang berbeda-beda akan hal tersebut.
·        Manusia diciptakan berpasang-pasangan oleh Tuhan, sudah seharusnya kita sebagai manusia mengikuti aturan tersebut dan tidak bertindak melawan kodrat. Orang yang tergolong dalam LGBT merupakan mereka yang melakukan penyimpangan dan upaya perlawanan terhadap Tuhan.
·        LGBT merupakan penyakit dan digolongkan dalam gaya hidup yang tidak sehat. Pengaruh lingkungan yang buruk sangat menentukan perilaku tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kemauan yang sungguh-sungguh dari pelaku LGBT agar dapat sembuh dan kembali normal.

Tujuan:
1.     Memberi pengertian apa itu LGBT.
2.     Menyampaikan sebab-akibat dari perilaku LGBT.
3.      Memberikan hasil pendapat pro-kontra terhadap perilaku LGBT

Kesimpulan:
1.     LGBT merupakan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, terutama dalam islam.
2.     Perilaku LGBT merupakan penyakit mental.
3.     Banyak menimbulkan efek negative bagi pelaku LGBT.


Daftar Pustaka